BERANDA · Uncategorized

Rokok Kretek Kebanggaan Bangsa Indonesia (Bag. 1)

Jika Kuba jumawa dengan cerutunya,

Amerika Serikat besar kepala dengan rokok putihnya,

Maka apa yang menghalangi kebanggaanmu pada KRETEK INDONESIA ??

 

oleh : Fuad Ramadhan

kretek budaya asli Indonesia

Sebatang kretek terselip di bibir Pram ketika ia di foto sambil mengetik mesin tik legendarisnya. Semula Pram tak menyangka, ia bisa hidup hingga usia 81 tahun. Ia menyangka bahwa usianya akan berakhir di kisaran 40-an, mengingat banyak kerabatnya (termasuk ayah dan ibunya) direnggut penyakit TBC di usia yang relatif muda. Pikirannya akan kematian membuatnya menulis seperti kuda. Selain ia juga tuli karena dihentak popor bedil militer.

pram

Namun Pram tetaplah Pram. Satu-satunya sastrawan legendaris Indonesia yang berkali-kali namanya masuk nominasi penghargaan Nobel ini tetap saja suka menghisap kretek. Satu  diantara sekian hal yang membuatnya sangat bangga dengan Indonesia. Benar, ia tak pernah malu menjadi orang Indonesia. Sekalipun negara ini berpuluh tahun membuangnya, menganiaya diri dan keluarganya serta membakari karya-karya tulisnya. Padahal tidak mungkin jika karya Pram terekam dengan sempurna, karya yang belakangan di-kanonisasi itu turut memberikan sumbangsih luar biasa pada dunia pendidikan kita. Namun nyatanya, karya-karya sastra yang menghiasi wajah pendidikan kita masih saja diwarnai karya orang yang malu menjadi orang Indonesia.

Benar, Pram adalah seorang penghisap kretek sejati. Ada sebuah paradoks yang cukup mencengangkan untuk saya pribadi, mengapa manusia yang hobi mengkonsumsi asap tembakau kebanyakan menjadi manusia yang teramat produktif dalam berkarya dan berumur panjang pula. Sebagai seorang revolusioner sejati, saya meyakini kebiasaan Pram mengenai kebiasaanya menghisap kretek adalah proses panjang nan berliku. Seorang revolusioner sejati yang membawa pesan perubahan tentu harus memikirkan bahwa setiap tindak tanduknya memberikan pesan positif bagi masyarakat. Sejalan dengan karya-karya Pram yang menghibur, mendidik dan penuh nuansa kontemplatif. Saya tidak hendak me”nabi” kan seorang Pram. Ia tetap manusia biasa. Saya hanya mengagumi keteguhannya dalam berkarya dan kejujuran setiap tindak tanduknya. Termasuk menghisap kretek.

Hari ini ada sekelompok orang yang gencar sekali mengkampanyekan Gerakan Anti Rokok. Entah apa motifnya, negara pun seakan memberikan legitimasi mengenai bahaya merokok. Di sisi lain, negara seakan ragu untuk memberikan tindakan tegas melarang peredaran rokok yang nyatanya memberikan pemasukan pajak yang nisbi besar. Disamping gerakan yang seakan membawa satu-satunya pesan kebenaran bahwa rokok itu mematikan dan haram namun “mbudeg” pada alasan lain, gerakan ini juga menerima pesangon dari WHO yang lumayan “wah”. Mengapa WHO turut campur pada kretek yang merupakan salah satu tradisi Nusantara dan menyamakan bahayanya dengan rokok putihan ala Amerika? Apa motif dibaliknya? (Bacalah banyak-banyak artikel di situs web komunitas kretek).

to be continued…. Agama dan Kretek 

Advertisements

One thought on “Rokok Kretek Kebanggaan Bangsa Indonesia (Bag. 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s