BERANDA

Tembakau, Kretek dan Nasionalisme Ekonomi

Rokok Kretek dan Konspirasi dibaliknya (Bag. 2)

perang tembakau

Bila kita berbicara industri yang “asli” Indonesia, kita tidak bisa melepaskan keterkaitanya dengan tangan-tangan wirausahawan muslim bumiputra. Terdapat beberapa bentuk usaha yang menunjukan beberapa pengusaha bumiputra mampu berperan dan menegakkan martabat orang-orang pribumi, meskipun jumlahnya tidak banyak. Diantaranya adalah para pedagang, para pengusaha perkebunan rakyat, para pengusaha kerajinan seperti halnya perak dan batik, serta para pengusaha kretek. Selain mampu menjadi pesaing para pengusaha dan kapitalis asing, keberadaan mereka juga memiliki makna politik. (Margono, S. dkk. KRETEK INDONESIA: Dari Nasionalisme Hingga Warisan Budaya)

Dalam hal ini, jaringan usaha bumi putra mampu menumbuhkan rasa nasionalisme serta sentimen anti penjajahan. Selain itu pengusaha muslim bumiputra juga bisa dikatakan sebagai embrio perkumpulan Sarekat Dagang Islam atau SDI hingga menjadi Sarekat Islam (SI) yang lebih banyak berkancah di politik.

Menyebut industri kretek, pastilah terbersit dalam fikiran kita tentang sebuah daerah yang masyhur disebut Kota Kretek, yaitu Kudus. Bukan hanya karena sebagai “raja kretek” nasional, yang mampu atau pernah menguasai pasar kretek seperti Bal Tiga, Nojorono, Djambu Bol, dan Djarum memang lahir dan berkembang di Kudus. Tetapi, bagaimanapun juga secara historis kretek memang tidak bisa dilepaskan dari Kudus.

Ada beberapa pendapat mengenai siapa yang mula-mula menciptakan kretek serta berkembangnya industri. Tetapi yang paling populer adalah kisah tentang seorang pribumi Kudus bernama Haji Djamhari. Hingga pada seorang yang bernama Nitisemito dengan “raja kretek” Bal Tiga pada jamannya.

Tidak bisa dipungkiri industri kretek merupakan salah satu industri yang pertama kali lahir di negeri ini. Dan lebih satu abad lamanya, industri ini tetap bertahan melewati berbagai gejolak krisis perekonomian dunia. Secara sudut pandang “asalnya” boleh dikatakan, industri kretek adalah industri “asli” Indonesia, industri yang memang benar-benar berdikari seperti yang digelorakan Bung Karno, BERDIKARI-berdiri diatas kaki sendiri. Yaitu tembakau yang ditanam di bumi Indonesia, cengkeh dari hasil perkebunan bumi Indonesia, produksi dari industri Indonesia, dengan pekerja Indonesia, serta konsumen terbesar juga adalah rakyat Indonesia.

Faktanya industri kretek memang tak lekang oleh waktu. Ini terbukti ketika krisis ekonomi kawasan Asia Timur dan Tenggara pada paruh kedua tahun 1990-an, mengakibatkan kemerosotan nilai tukar rupiah yang anjlok sampai 800 persen. Sehingga banyak industri besar yang bermuatan impor tinggi benar-benar goyah, bahkan sebagian ambruk. Hal sebaliknya terjadi pada industri kretek yang memang bermuatan impor sangat rendah yakni hanya sekitar 4 persen. Karakter industri kretek kebal terhadap gejolak pasar internasional menjadikannya lebih mampu meredam guncangan pada keseluruhan mata rantai produksi dan pemasarannya, termasuk berbagai industri yang terkait mulai dari hilir sampai ke hulu. (Nuran Wibisono dan Marlutfi Yoandinas. Komisi Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK) dalam buku Kretek:Kemandirian dan Kedaulatan Bangsa Indonesia. Hal 66)

Kenyataan bahwa digdayanya industri kretek tidak terpungkiri, dari sisi pemasukan Negara saja cukai hasil tembakau yang pada tahun 2015 mencapai Rp193,6 trilyun dan belum termasuk pajak rokok sebesar Rp13,9 trilyun. (“Penerimaan Bea Cukai Tembus 380 Trilyun”.http://www.beacukai.go.id/websitenew/berita/penerimaan-bea-cukai-tembus-380-triliun.html)

cukai

Bayangkan saja, itu bukan angka yang kecil, bila kita menengok uang sebesar itu berakar dari para petani tembakau Indonesia, para buruh linting, serta konsumen mayoritas masyarakat Indonesia sendiri. Sekali lagi menurut saya, ini benar-benar industri yang BERDIKARI.

 

Bersambung….. 

Rokok Kretek dan Konspiasi dibaliknya (Bag.3 habis)  

Back…  Rokok Kretek dan Konspirasi dibaliknya (Bag.1)  

Advertisements

2 thoughts on “Tembakau, Kretek dan Nasionalisme Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s