BERANDA · Uncategorized

Kretek Rempah : Sejarah dan Perkembangannya (Bagian 1)

SEJARAH KRETEK REMPAH

Kegiatan merokok dahulu kala dikenal dengan sebutan mengasap. Dan kegiatan mengasap diketemukan sekitar abad 15-an (tahun 1500-an) di pedalaman Amerika. Ada yg mengatakan suku maya. Dimungkinkan tanaman tembakau pertama kali ada di benua tersebut. Lalu selanjutnya bergerak ke EROPA. Singkat cerita muncul dominasi informasi bahwa ternyata rempah-rempah banyak diketemukan di Indonesia.
Pada tahun 1800-an H. JAMHARI seorang tabib/pengobat asal Kudus Jawa Tengah, mencoba meramu tembakau dengan rempah-rempah untuk dijadikan obat dengan metode pengasapan/ pembakaran. Dan khasiatnya masyhur dalam membantu pengobatan ke pasien.

Akhirnya ada seorang saudagar kaya H. NITI SEMITO memberikan modal (menjadi investor) kepada H. JAMHARI untuk memperbanyak ramuan obat tersebut yang diproduksi oleh pabrik kuno kala itu. Dengan ciri khas pada awal mulanya berbentuk 1 bungkus isi 3-5 batang. 

Kemasyhuran racikan kretek rempah H. JAMHARI akhirnya banyak dipelajari oleh masyarakat kala itu. Dan sudah menjadi tradisi yang berkembang secara turun temurun di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Beliau sendiri wafat tahun 1890-an. 

Pada tahun 1935 MBAH SAFI’I muda, salah satu orang yang mempelajari dunia kretek akhirnya mendirikan pabrik kretek rempah. Perkembangan pesat pada saat itu mengorbitkan mbah SAFI’I menjadi salah satu MASTER OF KRETEK yang berjaya di jamannya sampai dengan tahun 1950-an.

Pada tahun 1955-an mulailah muncul racikan tembakau, cengkeh yang dipadu dengan bahan-bahan perasa buatan (saos kimia, red) dengan memberikan berbagai alternatif rasa. Ciri khas produk awalnya 1 bungkus 8-10 batang dan harga lebih murah.

Selanjutnya bisa ditebak, konsumtif masyarakat kita yg kelamaan dijajah membuat mereka melirik produk variasi baru dengan harga murah ini yang akhirnya disebut dengan “rokok”

Sebelum saya lanjutkan, maka jelaslah KRETEK tidak sama dengan rokok. Karena sejarah kretek tidak sama dengan sejarah rokok.

Satu hal, saat jaman kerajaan-kerajaan di Indonesia. Setiap mereka mau bertempur/berperang maka ada kegiatan mengasap (sekarang mandi sauna) para tentara dengan tujuan untuk kekuatan stamina. Jadi betapa kakek nenek moyang kita sudah memahami khasiat tembakau dan rempah-rempah itu dengan detail.

Ini menunjukkan bahwa TEMBAKAU memang bukan tanaman asli Indonesia. Tapi ternyata oleh Tuhan dijodohkan dengan kehidupan budaya Indonesia. 

Ya, tembakau akhirnya tumbuh subur di Indonesia. Dan anda harus bangga dengan fenomena ini.

Dari sinilah kita harus membuka pola pikir kita bahwa kita telah ditipu daya dan dijajah sistem kapitalis. Mari kita buka pemahaman baru kita untuk Indonesia yg jaya

Kembali kepada kemunculan rokok, dampaknya adalah tsunami besar!!! Satu persatu pengusaha kretek rempah yang berjaya kala itu runtuh. 

Dan resmi tahun 1960-an pabrik nya MBAH SAFI’I ikut bangkrut. Dan sejak itu pula kretek rempah tertutupi oleh peradaban kapitalis baru (rokok, red). Tidak ada satupun industri kretek rempah yang hidup lagi sejak 1960an.

Meskipun mulai tahun 1975-an PBB melalui WHO mengecam keras dengan kampanye anti rokok. Karena hampir 1 Milyar kematian manusia bersumber dari yang namanya rokok. Tapi hal itu tidak mampu membendung perkembangan pabrik rokok sampai dengan sekarang. 

Bersambung….. bagian 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s